RAMEN @Tom Japanese House

Salam Damai…
Di suatu sore yang basah….. halah…
Hujan yang awet masih rintik rintik, Menkeu kelaparan dan ingin yg panas panas dan yummy…
Kepikiran mau makan mie ajam atau mbakso eh malah mlipir cari Ramen,

image

Akhirnya mlipir di Tom Japanese House, yg terletak di condongcatur, menu yg disediakan mulai dari Ramen, Bento, dan minuman atau Nomimono, Bubur ayam, takoyaki dan lain- lain.

image

Kami berdua pesan takoyaki dan hot ramen eeg tofu.
Dari segi tampilan ramen ini cukup menarik dengan telur kuning, sawi, dan tahu yang dibalut dengan telur dan ada potongan ayam serta jagung manis.
Dari rasanya, kuah ramennya belum terasa bumbunya, masih hambar, kurang asin dan kurang panas dan pedas, kecewa kami dengan ekspektasi kita yang menginginkan makanan panas dan pedas.
Bumbu ramen juga kurang berasa, akhirnya minta tambah garam dan sambal bubuk… yah…. kurang sedap dan mantap juga.
Walaupun begitu karena makanan sudah dibeli ya harus dihabiskan, gak baik buang makanan.

Namun rasa kecewa cukup terbalaskan dengan takoyaki yang panas dan gurih….nyam nyam…lumer dimulut.

Makanan adalah selera, dan tidak bisa diperdebatkan. Silahkan bro en cis yg mau nyobain.
Salam Damai,

Hartono Car Wash/Hafe Resto Ledokasari, Wonosari

image

Salam Damai…
Selamat Natal dan menjelang Tahuh Baru lur… semoga berkat melimpah di kehidupan sedulur kabeh.

Siang ini saya sudah muter- muter di wonosari mau ngedusi si Grego, ternyata semuanya penuh tempat cucian mobil di Wonosari, dan karena menjelang Jumatan banyak yang akhirnya tempat cucian berhenti istirahat dan dilanjutkan jam 1 lebih.
Setelah muter-muter ga jelas, akhirnya Grego masuk di Hartono Car Wash yang punyanya om Hartono pemilik Toko Bangunan di Baleharjo. Tempat cucian ini cukup luas, kira kira bisa dipakai 4 mobil untuk cucinya, dan disebelahnya di buka restoran yang menyediakan berbagai menu makanan seperti paketan ayam lele, nila penyet bakar goreng, menu chinese food dan berbagai macam munuman juga ada steak dengan harga yang cukup bersaing untuk restoran dikelasnya.

image

Karena jam sudah waktynya lunch, sambil nunggu Grego mandi ya wes pesan bihun goreng sm es teh, 16K,

image

Rasa bihun chinese food dengan udang dan bakso enak tp kurang asin.
Dibelakang restoran ini juga terdapat gazebo

image

Yang bisa dipakai untuk makan keluarga, dan leyeh leyeh.

Buat para sedulur yang kebingungan cari tempat makan dan cuci mobil monggo silahkan ke lokasi,
Salam Damai Natal. GBU

Nginjen TVS MAX SEMI 125cc sekejap mata

Salam Damai lur.. dabs… japhe methe…

Hari sabtu yang lalu, sepulang dari makan Soto Tan Proyek di dekat Tiwul Yu Tum, yang rasanya jos gandhos, saya bersama bu Menkeu menyempatkan diri untuk menyambangi Dealer TVS yang ada di Wonosari, yaitu  Dealer PT. Terang Kemuliaan Raja yang terletak di Jalan Pramuka.

Saya dikaruhke dengan baik sama mbaknya sales person. Kami niatnya mau liat TVS DAZZ yang disir sama bu Menkeu, eh ternyata pas lihat unitnya terasa kekecilan karena dimensi TVS DAZZ yang kecil, jadi akhirnya Bu Menkeu mengurungkan diri untuk mengambil TVS DAZZ.

Di dealer ini sudah lengkap line up Motor pabrikan TVS India, mulai dari DAZZ, ROCK, APACHE 180, NEO, dan MAX 125 semi.

Wah malah kepincut ini sama MAX 125 semi, warna hijau, yang di display, saya tanya apa ada unit test drivenya, mbaknya jawab kalau yang ada unit testnya cuma TVS DAZZ.
mbaknya juga menawarkan kami APACHE 180cc, yang saat ini di Wonosari sudah ada clubnya, sudah banyak pengguna APACHE di Gunungkidul.

Sepintas saya jadi teringat dengan Pulsar 135LS saya yang secara kubikasi memang speknya lebih besar 10cc, dan dengan 4 klep.

Secara desain, TVS MAX Semi memiliki daya pikat tersendiri buat saya, desainnya terkesan kokoh , panjang, dan laki banget. Tapi juga simpel dibandingkan dengan motor selevelnya seperti Pulsar 135LS, dan Suzuki Thunder 125, lekukan tanki, desain joknya yang ada jahitan ditengah joknya juga memberikan kesan prestisius.

Saya amati detail finisingnya cukup lumayan baik, tapi ada beberapa bagian yang finisingnya kurang baik seperti di bagian dekat spedometer dan beberapa bagaian di blok mesinnya.

Tapi secara keseluruhan mulai dari desain lampu, tanki, jok, mesin,roda, cakram disk brake, shock depan, dan shock belakang yang menggunakan series spring yang diklaim mampu lebih baik meredam getaran.  Pada bagian-bagian lainnya secara visual lebih dari cukup untuk motor sport entry level di kelas 125cc yang saat ini pemainnya di Indonesia hanya ada TVS dan Suzuki. hal ini pun menjadi pertanyaan saya kenapa untuk motor sport 125 cc kurang digarap oleh produsen otomotif, apakah karena kubikasi 125 cc kurang mumpuni untuk kelas motor sport yang saat ini lebih didominasi di atas 125 cc, yang paling banyak adalah dikelas 150cc.mungkin para sedulur punya jawabanya yang lebih akurat.

Harga TVS MAX semi di Dealer ini Rp.14.900.000, OTR, dengan memberikan potongan harga untuk cash Rp.200.000, sedangkan untuk kredit tidak ada potongan namun ada potongan angsuran sesuai dengan jangka waktu kreditnya, misalnya 4 tahun dapat potongan 4 kali angsuran.

Dari sisi mesin TVS MAX: Tipe Mesin 4 Tak, dengan Kapasitas Mesin 124.53 cc, dan mampu memuntahkan Tenaga Maksimum 8.10KW/8000 rpm, dengan Torsi Maksimum 10.8 NM/5500 rpm, Bore x Stroke 57 mm x 48.8 mm, dengan Transmisi Manual , bila dibandingkan dengan Suzuki Thunder 125 mesinnya   4 langkah, SOHC, dengan Diameter Silinder 57 mm dan  Langkah Piston 48.8 mm, dan Kapasitas Silinder 125 cc, Daya Maksimum ps/rpm 11.28/9.000, Torsi Maksimum Nm/rpm 9.4/7.500. yang bila diukur secara bersamaan pasti kemungkinan daya dan torsinya akan sama  karena diameter silindernya sama  dan langkah pistonnya sama.

Sedangkan dibandingkan dengan Pulsar 135 LS dengan Tipe mesin 4-Tak, Pendingin Udara, 4-Katup, Silinder tunggal, SOHC,DTS-i, Bore (mm) X Stroke (mm): 54 x 58.8 dengan 134.66 cc, dua busi, tenaga Maksimal (HP @ rpm): 13.5 @ 9000 dan Torsi Maksimal (Nm @ rpm): 11.4 @ 7500, muntahan tenaga dan torsi lebih besar dari pada TVS MAX maupun thunder 125.

Menurut informasi dari beberapa user  TVS MAX 125 cc ini konsumsi BBM yang diperoleh dari hasil uji menunjukan bahwa 1 km pertamax mampu untuk 50km. Saya sendiri belum membuktikan untuk konsumsinya BBM.

Para sedulur semua, sekian dl review mengenai tvs max.

Apakah Value for Money membeli TVS Max?

Pijet Sehat@ Ayodya Family Massage

image

Salam damai,
Mas bro dan mbak bro .,,
Sore tadi, jalan jalan keliling Wonosari sama bu Menkeu sampai ke Baleharjo,  ternyata ada tempat pijet baru buka namanya Ayodya.
Ayodya yang letaknya di jl.mgr. sugiyopranoto, depan Bapas Wonosari, cukup luas juga tempatnya, setelah tanya tanya, ternyata masih ada promo pijat gratis satu.
Jadi td bu Menkeu pesan Body Massage 90 menit seharga Rp.100.000  untuk berdua. Lumayan harganya.
Kemudian kami diajak ke ruangan terapi dan bersebelahan, ruangan cukup nyaman, dan saya pun mulai ditreatment dengan merendam kaki di air hangat,  kemudian dilanjutkan dengan refleksi kaki.
Setelah kaki kemudian mulai bagian punggung dan tanggan, dan terakhir dipijat bagian kepala.
Terapis disini lumayan enak, tp sayangnya untuk terapis laki laki hanya ada satu, sedangkan didominasi oleh terapis perempuan.
Setelah selesai pijat kemudian disuguhi wedang jahe dan roti kering sebiji.

Okeh buat mas bro mbak bro yang mau coba, dan udah cape cape main di wisata di gunungkidul segera saja mampir biar seger badanya dipijet terapis handal dr ayodya.
🙂
Peace!

Vandalisme Wonosari Gunungkidul

Salam damai mas mbak…

Pagi-pagi seorang bapak di jalan kh.agus salim, wonosari gunugkidul keluar rumah mendapati tembok ruko tetangganya  dan mobil pick up putihnya yang diparkir diluar rumah sudah dicorat coret dengan pylok.
Kejadian ini sungguh mengesalkan tp apa daya bapak tersebut tidak bisa melakukan apa apa kecuali membersihkan cat di mobilnya.
Ujarnya: bagaimana mau mengungkap pelaku yang membuat aksi vandalisme tersebut, tidak ada petunjuk kecuali inisial dalam coretan tersebut.
“ATCH.MW3”,
Sangat disayangkan bila generasi muda yang melakukan tidakan seperti ini.
Apakah motif si pelaku dengan membuat coretan ini?
Sekedar iseng yg tidak pada temoatnya atau aksi protes? Entahlah…. kalau sudah ditanggap dan digebukin pasti juga ga ada kapoknya.
Tangan tangan jahil ini memang sangat meresahkan.

Untuk mengurangi Aksi vandalisme ini sebaiknya, dilakukan upaya penjeraan bagi pelaku oleh aparat penegak hukum, patroli yang intensif dan tindakan represif polisi, agar warga juga tidak main hakim sendiri.
Warga di Jalan kh agus salim, kranon kepek wonosari sudah geram, dan akan membantai habis si pelaku dengan meningkatkan kesiagaan warga.
Saya mengutuk tindakan ini,yang sangat sangat meresahkan warga masyarakat.
Untuk pelakunya yang punya pikiran dan hati nurani, tolong jangan lakukan ini lagi, suatu saat anda tertangkap pasti akan dihabisi masa.

image

image

Untuk warga di wonosari gunungkidul silahkan melakukan pengamanan yang diperlukan untuk menghindari aksi vandalisme tersebut.
Salam damai…

DGCI Chapter Yogyakarta

Salam damai kang mas dan mbak ayu…
Setelah akhirnya jadi ngondol datsun go+, saya bergabung dengan komunitas datsun go yg ada di tlatah Ngayogyakarto ini, yaitu Datsun Go+ Comunity Indonesia Chapter Yogyakarta atau DGCI chapter yogyakarta.
Saat ini pengurus  DGCI CY, yang menampuk jabatan amanah dari warga riser yogyakarta adalah sebagai berikut:
Presiden Chapter: Subhan dan Wapresnya adalah Binnurahma, sedangakan untuk Humasnya di pungawani oleh Dedy Herdito dan dibantu saya.
Saat ini yang menjadi jadwal dan lokasi Kopdar adalah Minggu II setiap hari Jumat Malam di Xt Square dan setiap Minggu pagi di JEC di minggu ke IV.

image

Bagi para risers yang mau bergabung dipersilahkan menghubungi om Subhan +6289672002094 atau om Binu. +6282313852211

Salam Risers…

Implementasi UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Salam Damai… mas dan mbak semua.
Pada hari Jumat, 15 November 2013 saya menghadiri Workshop Implmentasi UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (selanjutnya disebut UU SPPA), yang bertempat di Ruang Teatrikal Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, acara ini diselenggarakan oleh Rifka Annisa, dengan mengundang peserta dari perwakilan propinsi serta kabupaten dan kota dari unsur Polres, Polsek, Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Hakim, Dinas Sosial, BPMPKB, Kab/Kota dan Panti sosial, dengan mengambil tema “Terpenuhinya kepentingan terbaik Anak bagi saksi, korban dan pelaku anak melalui pemberlakuan Restorative Justice.” Dengan narasumber yaitu Prof. Dr. Endang Sumiarni, SH, MH dan Prof Dr Endang Ekowarni, Psi sebagai berikut:
Acara yang dimulai dengan doa dan sambutan dari perwakilan Rifka Annisa, juga menyampaikan kasus-kasus anak yang telah didampingi oleh Rifka Annisa, disampaikan bahwa UU SPPA akan mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014, yang mengatur tentang restorative Justice dengan cara Diversi. Dasar filosofis dari aturan tersebut bahwa anak harus mendapatkan perlakuan sebaik-baiknya dan demi kepentingan terbaik bagi anak karena masih terdapat di Republik Indonesia ini anak yang dipidana penjara dicampur bersama dengan orang dewasa, hal ini tentu menimbulkan dampak yang tidak baik bagi anak. Persoalan lain yang timbul dari akan diterapkan UU SPPA tersebut diantaranya adalah masalah kesiapan SDM dan Sarana Prasarana, keterlibatan banyak pihak dalam penanganan kasus anak akan menimbulkan benturan kepentingan.
Prof Endang Sumiarni menyampaikan materi tentang UU SPPA dari pandangan akademis beliau yang berlatar belakang hukum sebagai dosen fakultas Hukum di Universitas Atmajaya Yogyakarta, dalam paparannya disampaikan beberapa hal yang merupakan kelemahan dan kejanggalan dalam produk hukum UU SPPA tersebut, diantaranya adalah :
1. UU SPPA ini yang disahkan bulan Juni 2012 menyatakan bahwa ada kewajiban dibentuk PP dan Perpresnya, tapi sampai dengan saat ini belum terdengar, persoalan yang timbul adalah masihkah PP/Perpres yang lama akan diberlakukan? belum ada ketentuannya di dalam UU tersebut baik di ketentuan peralihan atau penutupnya.
2. Terkait dengan pasal yang memidanakan para penyidik polri, hakim jaksa, jika tidak menerapkan diversi ini kesannya mengada-ada dan emosional namun sudah di uji di Mahkamah Konstitusi.
3. UU SPPA ini mengatur secara spesifik antara anak sebagai korban dan anak sebagai pelaku, Anak sebagai korban, diatur dalam UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ketentuannya delik biasa sehingga proses hukum harus berlanjut, tidak boleh ada perdamaian jika bukti awal terpenuhi. Kalau bukti awal tidak cukup ada penghentian penyidikan.
4. Anak sebagai pelaku berdasarkan UU SPPA harus diterapkan restorartive justice dengan perangkat diversi, kalau hukumannya lebih dari 7 tahun, Penegak Hukum wajibnya mengupayakan (bukan menerapkan) diversi. Hakim tidak wajib menerapkan, tapi wajib mengupayakan, bila sudah dilakukan bila tidak ada kesepakatan dari korban/ keluarga korban, proses berlanjut biasa.
5. Asas demi kepentingan yang terbaik bagi anak, dalam hal ini anak sebagai pelaku, anak sebagai korban, anak sebagai saksi, apakah ada yang tau? siapa yang tau apa kepentingan bagi anak? Apakah keluarga/orang tua/penegak hukum? Yang lebih tahu adalah psikolog anak, disini dalam UU SPPA tidak ada kata-kata yang melibatkan psikolog anak.
6. Tujuan dari keadilan restoratif dan diversi, Pasal 6, anak yang belum dewasa, perdamaiannya melibatkan ortu dan masyarakat, mengalihkan pidana anak diluar jalur hukum, ujungnya perdamaian. Wajib diupayakan diversi Pasal 7, Diversi untuk yang ancaman pidana penjara dibawah 7 tahun dan bukan pengulangan. Pasal 9 diversi harus mempertimbagkan kategori tindak pidana, umur anak,hasil litmas bapas, pasalnya banyak tapi sebenarnya hanya itu saja, khususnya harus ada persetujuan korban/keluarga korban, serta kesediaan anak dan keluarga pelaku (ganti rugi dll). Yang tidak perlu mendapat persetujuan: tindak pidana tanpa korban (tidak logis). Kunci diversi: ada kesepakatan diversi, bila tidak dapat diterapkan diversi: proses hukum berlangsung. (pasal 6,7,8,9,10,11).
7. Mengenai ancaman pidana anak yg berumur kurang dari 12 tahun dikenai tindakan, anak yang mencapai umur 18 tahun dijatuhi tindakan dan pidana. Pidana pokok : peringatan, pidana dengan syarat, pelatihan, pembinaan dalam lembaga, dan penjara, ketentuan ini menyebabkan anak dapat dikenakan pidana macam-macam kumulatif, karena adanya kata “dan” bukan atau.
8. Identitas anak sebagai korban/ sebagai pelaku atau hal lain yang dapat mengungkapkan jati diri wajib dirahasiakan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik namun tidak ada sanksi kalau ini dilanggar.
Prof Endang Ekowarni menyampaikan mengenai dimensi psikologis dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum, restoratif justice, dan pengalaman beliau dalam melakukan penanganan Anak yang berhadapan dengan hukum atau ABH.

Bro and sis… sampai dengan bulan Desember 2014, masih banyak persoalan yang terkait dengan implementasi UU SPPA, sebagaimana disampaikan oleh Rifka Annisa Yogyakarta yang telah menangani kasus anak yang menjadi korban kekerasan seksual yaitu sebanyak 38 kasus, terdapat 6 kasus yang penyelesaianya menempuh jalur diversi, yang ternyata dalam pelaksanaan proses diversi tersebut masih belum memenuhi hak-hak korban, bahkan hak korban malah terabaikan, mengapa demikian?
Persoalan hukum, dengan adanya proses diversi ini, anak sebagai pelaku malah merasa bisa terbebas dari jeratan hukum atau pidana. Belum adanya panduan pelaksanaan praktek diversi bagi aparat penegak hukum sehingga menyebabkan pelaksanaan diversi berbeda beda tergantung pemahaman aparat. Proses diversi yang bertujuan untuk tidak mempidanakan anak sebagai pelaku tindak pidana menyebabkan terjadinya bias posisi, siapa korban dan siapa pelaku, siapa yang bersalah, dimana rasa keadilan bagi anak sebagai korban.
Persoalan psikologis, anak sebagai pelaku tindak pidana dalam proses diversi malahan jarang yang beritikad memberikan pengakuan dari tindak pidana yang dilakukan, dan hal ini juga membuat terabaikannya hak korban.
Persoalan rehabilitasi bagi anak pelaku tindak pidana belumlah dilaksanakan secara baik, Pemerintah belum siap dalam memberikan rehabilitasi bagi anak pelaku tindak pidana, sehingga bila selesai di lakukan diversi, anak pelaku akhirnya selesai dan dibiarkan tidak ada tindak lanjut melakukan rehabilitasi, padahal Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapandengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana.
PP atau Perpres yang harus diterbitkan menindaklanjuti UU SPPA adalah yang mengatur tentang:
1. Pedoman pelaksanaan proses Diversi, tata cara, dan koordinasi pelaksanaan Diversi (Pasal 15)
2. Syarat dan tata cara pengambilan keputusan serta program pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan (Pasal 21)
3. Pedoman register perkara anak (Pasal 25)
4. Bentuk dan tata cara pelaksanaan pidana (Pasal 71)
5. Tindakan (Pasal 82)
6. Tata cara pelaksanaan koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan diatur dalam Peraturan Pemerintah (Pasal 94)
7. Pelaksanaan hak Anak Korban dan Anak Saksi (Pasal 90) Peraturan Presiden
8. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Pasal 93) Peraturan Presiden.

Mungkin dari para bro sis mau menanggapinya .monggo lho