Review Datsun GO+ for first car buyers

Posted on Updated on

Minggu, 15 Juni 2014, kami ke Dealer Nissan Mlati, Sleman, ingin lihat mobil Datsun Go-Plus (DG+), karena setelah tertarik dari iklan televisi (korban iklan) rencana mau ambil. Di Nissan Mlati ketemu dengan bro Luki (sales person), yang sudah menunggu kami untuk test drive, karena sore itu kondisi jalanan habis diguyur hujan, ditambah jalan Magelang depan Nissan Mlati macet, ya wes lah… kami mencoba DG+ di sekitaran area dealer.

How the Exterior?
Unit yang disiapkan DG+ varian T- Option berbalut warna putih, yang buat istri saya klepek-klepek, seneng, karena warnanya lucu (imut mungkin).
• Kesan pertama saya melihat DG+ white dengan panjangnya yang 3,950 mm untuk mobil LCGC di segmennya yang menjadi pionir yang pertama versi LCGC-MPV, wuiiihhh… hebat lumayan panjang nih.
• Bentuk body yang sudah modern, dan kental dengan nuansa clepertan DNA Nissan Jepang , yang bergestur siluette pada body dan tutup kap mesin membuat DG+ ini menjadi tampak mewah dibandingkan LCGC lainnya.
• Lampu depan yang membulat oval dan sedikit meruncing, dan terdapat retting di bagian dalam seperti mobil-mobil lansiran anyar, IMHO kurang safety, karena akan sulit dilihat pengendara lain yang sedang berhenti di sampingnya, karena minus retting samping (tidak seperti yang ada di Nissan March)
• Warna logo Datsun di DG+ dan grilenya berbentuk huruf D dengan motif honey comb yang sangat mencolok dan unik membuat DG+lebih berkesan berkelas diantara LCGC lainnya.
• HMSL atau High mounted stop lampnya agak nanggung kurang tinggi sedikit sehingga nuansa sportynya belum maksimal.
• Body belakang kelihatan semok dan bohai, dipadukan dengan desain lampu belakang yang sangat minimalis terlihat dari dimensi mika stop lamp.
• Untuk kaki-kaki dengan velg kaleng ukuran R13, karet bundar merek GT Strada dicover dop plastik warna silver, merupakan nilai minus yang membuat tampilan kurang kekar untuk mobil dengan dimensi panjang hampir 4 meter, lebar dan tinggi +- 1, 5 meter, walaupun merk lain sudah menggunakan ring 14, solusinya adalah ganti roda, menurut bro Luki maksimal bisa diganti sampai dengan ring 16 tapi jelas akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakar, sedangkan kalo mau diganti ban dan velg OEM Datsun R15 entah dengan ban apa seharga 5jtan. Untuk varian ini sudah dilengkapi mud guard warna hitam di bagian roda depan dan belakang.
• Spion masih satu warna/hitam dan bentuknya lumayan sporty walaupun di varian tertinggi belum dilengkapi lampu retting.
selanjutnya saya penasaran liat dalemannya (interior kamsudnya)….
Inside the DG+ (Interior)
• Kunci mobil datsun yang sudah dilengkapi immobilizer dan didesainnya dengan logo datsun berikut remotnya diserahkan bro Luki, langsung saja tanpa malu-malu saya gunakan remot untuk buka pintu tutup pintu ternyata harus lumayan keras nih biar pintu bisa mak clep alias bisa rapet, serta suara “clang” saat pintu di tutup.
• Ruang baris ke-1 alias ruang kemudi, saya coba menduduki kursi kemudi rasanya cukup luas, dengan jog kursi depan yang kelihatannya menyatu, kursi bisa stel ke depan dan kebelakang begitu pula back restnya bisa dinaikkan dan diturunkan. Gengaman stir sangat nyaman, serta dashboardnya yang simpel sederhana, indikator kecepatan perpindahan gigi yang di sematkan untuk membantu pengendara dalam eco driving sangat membantu. Head Unitnya menggunakan JVC, untuk suaranya lumayan bisa didengar, karena hanya ada speaker yang terletak di pintu depan kanan kiri. Head Unit JVC walaupun tanpa antena luar, namun cukup bisa menerima sinyal radio sedangkan untuk power window hanya pada baris depan, namun hanya untuk satu sisi kaca, hal ini akan sedikit menyulitkan apabila pengemudi akan membuka kaca sebelah kiri. Untuk Acnya ada 4 lubang penyembur udara, dua ditengah dan dan dua disamping kanan-kiri dasboard menyeburkan udara yang dingin di baris depan, belum tau untuk baris belakang apakah juga dapat merasakan hembusan angin malam… eh udara AC.
• Ruang baris ke-2 : Saat pandangan pertama (halah…) yang terlihat kursi masih diselimuti plastik dan ternyata seatbeltnya berserakan penempatanya alias nglewer-nglewer (boso jowone- bahasa indonesia apa ya?). Ada tuas munggil kanan dan kiri diatas pojok kursi yang saya tarik untuk melipat, menurut bro Luki kursi tengah sudah dilapisi besi untuk diinjak supaya bisa masuk ke dalam. (Wah yo eman-eman anyar je di injek… ngregeti). Kursi tengah busa masih tipis, saat saya coba duduk dengan kursi depan dipentokin ke belakang masih lega ruang kaki, karpet lantainya dengan karpet bludru warna abu-abu, dan kursi tengah ini hanya bisa dilipat satu kali, sedangkan jahitan di kaitannya masih belum bagus.
• Ruang baris ke-3: saya coba masuk di baris ke tiga, dengan posisi kursi tengah yang terlipat, masih bisa masuk untuk ukuran tubuh saya dgn tinggi 170cm dan dengan berat 80+, masih muat tapi kepala nyundul pada posisi kepala tegak. Karpet lantai DG+ ini dengan model karpet bludru tanpa alas karpet plastik diatasnya.
• Plafon Datsun Go+ belum dipasang lampu untuk kabin diantara bagaian tengah ke belakang, sehingga akan kesulitan kalau nurunin barang malam hari.

About Engine DG+
Mesin yang digunakan untuk dapur pacu DG+ mengadopsi mesin March Matic (HR12DE), dengan kapasitas 1,2L, yang tertinggi di kelas LCGC, suara mesin cukup halus, getaran dikabin tidak terlalu terasa, karena saya hanya mencoba disekitaran dealer saya hanya menggunakan untuk stop and go saja, jadi untuk review mesin yang saya rasakan adalah tarikan responsif, perpindahan gigi 1 ke 2 lumayan nyaman, tidak ada kesulitan dalam pengoperan gigi, tapi berdasarkan statemen dari temen saya Mas Eko Purboyo, yang telah menggunakan Nissan March menyampaikan bahwa mesinnya handal, untuk semua jalanan, perawatan gampang dan suku cadang always ready, but i think that is Nissan offcourse its the Best.
Dari semua cerita saya simpulkan bahwa, dari pada membeli mobil bekas seharga 100 jutaan, lebih berharga apabila membeli DG+, karena terdapat 5 pilihan varian yaitu D,A,T, A-Opt, T-Opt, dengan harga varian tertinggi Rp.107.650.000. Semoga DG+ dapat bersaing di kancah industri otomotif tanah air, dengan memberikan pelayanan purna jual yang maksimal. Akhirnya saya pun SPK tanggal 16 Juni 2014 dan dijanjikan maksimal 3 minggu unit sampai ditangan.
Sekian review dari saya, semoga dapat menjadi wacana bagi pembeli pertama mobil baru, GO Raiser GO!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s