Untuk konsumen mana TVS Apache RTR 200 (4V)?

Salam damai, bro sis…. apa kabar semoga sehat selalu.

Sudah upate tentang tvs apache 200 belum nih para sedulur semua? yang mau dilounching besok tanggal 21 Januari 2016? Sedulur bisa cek di websitenya http://www.tvsapache.id/.

TVS menjadi salah satu brand yang saya amati, karena di daerah saya Kabupaten Gunungkidul sudah ada dealer TVSnya, dan peminat TVS cukup bagus disini, karena ada komunitas Apache, dan menurut saya cukup banyak motor TVS yang wira -wiri di sini, mulai dari maticnya sampai sport, yang katanya memang misi TVS untuk membuat kendaraan yang minim perbaikan dan dapat dikerjakan oleh bengkel yang ada diaerah…. nah yang kemarin  buat tertarik adalah TVS MAX semi trail, tapi belum jadi beli karena tidak ada unit testnya di sini, dan ada rumor TVS akan lounching apache baru, dan konon katanya motor  kerjasama dengan BMW.

 

827672_ApacheRTR200-putih-microsite-uk-1500x900px

Ya, TVS APACHE RTR 200 4V, sudah lounching kemarin di tanggal 20 Januari 2016, banyak bloger kondang sudah mereviewnya. Mesin yang diusung adalah dengan type SOHC , 4Valve, oil colled dengan kapasitas 197.75 cm3, dengan EFI DFI Logic by BOSCH, Kompresinya 9.7:1, dengan 5 percepatan. Disegmen ini Yamaha ada Scorpion tapi 225 CC, dulu Honda menciptakan produk legendarisnya Tiger 200cc, dan yang baru saja putus kerjasama dengan Kawasaki yaitu Bajaj Pulsar220 dan dianjutkan 200NS, dan Viar dengan Cross X 200 GT dengan genre adventure/trail, motor tersebut sama- sama mengusung SOHC engine.  Produk yang laku laris manis dipasaran untuk 200cc kalau selama ini masih di dominasi Tiger 200 sampai kemudian tidak diproduksi oleh AHM, dan Scorpion yang cc nya lebih besar pun tidak mendongkrak penjualan Yamaha. Persoalannya adalah mengapa konsumen tidak tertarik untuk membeli motor dengan kubikasi 200cc? mungkin pembaca blog ini bisa memberikan opini? Menurut saya pribadi persoalannya adalah pada konsumsi BBM, dulu saya  pernah menggunakan motor 200cc yaitu Honda Tiger,selain kurang lincah dalam bermanurver dibandingkan dengan motor 150cc serta berat motor 200cc juga punya pengaruh.

Bagaimana dengan TVS APACHE RTR 200CC ini akan lakukah dipasaran walaupun dengan harga yang setara dengan mesin kubikasi 150 sekitar 23,9jt otr Jakarta? belum lagi minat membeli TVS akan terkendala di isu sparepart yang susah walaupun bisa beli online tapi katanya lama, dan Solusi Sparepart TVS yang sudah ditutup, serta dealer TVS yang mulai tutup di beberapa kota, diperparah dengan harga jual anjlognya. Bagaimana mengobati dan mencegah kegalauan hati konsumen Indonesia merupakan PR bagi TVS company.

Terkait dengan sparepart langka, produsen sekelas AHM pun seperti part CBR150 juga ga ready lho.

Salam damai lur.

 

 

 

 

Nginjen TVS MAX SEMI 125cc sekejap mata

Salam Damai lur.. dabs… japhe methe…

Hari sabtu yang lalu, sepulang dari makan Soto Tan Proyek di dekat Tiwul Yu Tum, yang rasanya jos gandhos, saya bersama bu Menkeu menyempatkan diri untuk menyambangi Dealer TVS yang ada di Wonosari, yaitu  Dealer PT. Terang Kemuliaan Raja yang terletak di Jalan Pramuka.

Saya dikaruhke dengan baik sama mbaknya sales person. Kami niatnya mau liat TVS DAZZ yang disir sama bu Menkeu, eh ternyata pas lihat unitnya terasa kekecilan karena dimensi TVS DAZZ yang kecil, jadi akhirnya Bu Menkeu mengurungkan diri untuk mengambil TVS DAZZ.

Di dealer ini sudah lengkap line up Motor pabrikan TVS India, mulai dari DAZZ, ROCK, APACHE 180, NEO, dan MAX 125 semi.

Wah malah kepincut ini sama MAX 125 semi, warna hijau, yang di display, saya tanya apa ada unit test drivenya, mbaknya jawab kalau yang ada unit testnya cuma TVS DAZZ.
mbaknya juga menawarkan kami APACHE 180cc, yang saat ini di Wonosari sudah ada clubnya, sudah banyak pengguna APACHE di Gunungkidul.

Sepintas saya jadi teringat dengan Pulsar 135LS saya yang secara kubikasi memang speknya lebih besar 10cc, dan dengan 4 klep.

Secara desain, TVS MAX Semi memiliki daya pikat tersendiri buat saya, desainnya terkesan kokoh , panjang, dan laki banget. Tapi juga simpel dibandingkan dengan motor selevelnya seperti Pulsar 135LS, dan Suzuki Thunder 125, lekukan tanki, desain joknya yang ada jahitan ditengah joknya juga memberikan kesan prestisius.

Saya amati detail finisingnya cukup lumayan baik, tapi ada beberapa bagian yang finisingnya kurang baik seperti di bagian dekat spedometer dan beberapa bagaian di blok mesinnya.

Tapi secara keseluruhan mulai dari desain lampu, tanki, jok, mesin,roda, cakram disk brake, shock depan, dan shock belakang yang menggunakan series spring yang diklaim mampu lebih baik meredam getaran.  Pada bagian-bagian lainnya secara visual lebih dari cukup untuk motor sport entry level di kelas 125cc yang saat ini pemainnya di Indonesia hanya ada TVS dan Suzuki. hal ini pun menjadi pertanyaan saya kenapa untuk motor sport 125 cc kurang digarap oleh produsen otomotif, apakah karena kubikasi 125 cc kurang mumpuni untuk kelas motor sport yang saat ini lebih didominasi di atas 125 cc, yang paling banyak adalah dikelas 150cc.mungkin para sedulur punya jawabanya yang lebih akurat.

Harga TVS MAX semi di Dealer ini Rp.14.900.000, OTR, dengan memberikan potongan harga untuk cash Rp.200.000, sedangkan untuk kredit tidak ada potongan namun ada potongan angsuran sesuai dengan jangka waktu kreditnya, misalnya 4 tahun dapat potongan 4 kali angsuran.

Dari sisi mesin TVS MAX: Tipe Mesin 4 Tak, dengan Kapasitas Mesin 124.53 cc, dan mampu memuntahkan Tenaga Maksimum 8.10KW/8000 rpm, dengan Torsi Maksimum 10.8 NM/5500 rpm, Bore x Stroke 57 mm x 48.8 mm, dengan Transmisi Manual , bila dibandingkan dengan Suzuki Thunder 125 mesinnya   4 langkah, SOHC, dengan Diameter Silinder 57 mm dan  Langkah Piston 48.8 mm, dan Kapasitas Silinder 125 cc, Daya Maksimum ps/rpm 11.28/9.000, Torsi Maksimum Nm/rpm 9.4/7.500. yang bila diukur secara bersamaan pasti kemungkinan daya dan torsinya akan sama  karena diameter silindernya sama  dan langkah pistonnya sama.

Sedangkan dibandingkan dengan Pulsar 135 LS dengan Tipe mesin 4-Tak, Pendingin Udara, 4-Katup, Silinder tunggal, SOHC,DTS-i, Bore (mm) X Stroke (mm): 54 x 58.8 dengan 134.66 cc, dua busi, tenaga Maksimal (HP @ rpm): 13.5 @ 9000 dan Torsi Maksimal (Nm @ rpm): 11.4 @ 7500, muntahan tenaga dan torsi lebih besar dari pada TVS MAX maupun thunder 125.

Menurut informasi dari beberapa user  TVS MAX 125 cc ini konsumsi BBM yang diperoleh dari hasil uji menunjukan bahwa 1 km pertamax mampu untuk 50km. Saya sendiri belum membuktikan untuk konsumsinya BBM.

Para sedulur semua, sekian dl review mengenai tvs max.

Apakah Value for Money membeli TVS Max?

Eksotisme Pantai Jungwok

jungkwo 3jungwok3jungwok 1Pantai Jungwok, salah satu pantai di Kabupaten Gunungkidul yang tidak jauh dari Patai Wediombo. Akses ke Pantai ini masih jalan tanah sehingga masih sulit dicapai apabila bila hujan yang akan berakibat motor dapat selip.

 

Perjalanan ke Pantai Jungwok bersama dua rekan saya Eko Puroboyo (riders D-trackerX 250 dengan knalpot two brother dan menggunakan piggyback) dan Hindrawan (rider KLX 150) dimulai dari rumah saya yang terletak di Wonosari, menuju Semanu, Warung Makan Nasi Merah Jirak dekat jembatan. Perjalanan ke Wediombo dengan melewati Semanu menuju Jepitu, dan pulang melewati Tepus.

Perjalanan ke Pantai Jungwok yang cukup panjang dengan jalan yang berkelok penuh dengan tikungan tajam, sampai masuk turun ke lokasi Pantai dengan kondisi Jalan Tanah dan jalan yang menurun cukup menguras tenaga dan adrenalin.

So bagi para bikers yang bernyali di seluruh Indonesia, come and visit here.

Blackchaser dengan RSG Muffler

Sebuah kebangaan tersendiri, bila istilah jawanya “didapuk” untuk dapat menggunakan silencer/knalpot custom buatan dari Bandar Knalpot (https://www.facebook.com/bandar.knalpot.5) dengan mengusung nama brand RSG, Blackchaser (BC) menggunakan desain yang trioval, dengan material stainless steel JAPAN yang tampak seperti TITANIUM ini mampu bersaing dengan knalpot custom pabrikan lain, namun untuk BC menggunakan lapisan carbon look.

Knalpot dari bandarknalpot.com ini menggunakan Glasswoll Putih Baru, yang tahan panas sehingga tidak mudah hancur dalam jangka waktu cukup lama sedangkan pengisian glasswoll yang cukup kepadatannya sangat memepengaruhi karakter suara yang ngebas dari knalpot itu sendiri, serta menggunakan Saringan Knalpot Baru, dengan harga yang cukup kompetitif dibandingkan produk kompetitor.

Mari langsung saja kita lihat penampakannya di BC:

Pertamakali menggunakan ini sensasi rasa plong… saat memuntahkan thortllenya, akselerasi yang tambah kencang terasa juga saat masuk gigi 1 sd 3  cepat sekali dapat speed 100KM/H, hanya hitungan detik, selanjutnya di gigi 2,dan gear terakhir sangat terasa galak dalam memuntahkan power BC.

Suara knalpot ini sangat adem pada stasioner, dan ngebas bulat, sehingga tidak terlalu berisik bagi tetangga yang lagi tidur pulas, namun pada saat di bawa lari, suara knalpot sangat keras, dan terasa memekakan telingga, saat berbincang dengan boncenger harus teriak-teriak karena suara muntahan knalpot yang keras mirip knalpot pabrikan MORIWAKI.

Namun untuk performa saya akui sangat mantap dan baik.

Sukses selalu untuk Bandarknalpot, semoga semakin berkibar bendera RSG di kancah otomotif di Indonesia.

Jangan beli CB 150 R sebelum membaca ini!!!!

Sudah sangat dinanti dan digembar gemborkan diblog maupun media sosial lainnya, saya pun pengen sekali nyicipin CB150R. Wah dan kebetulan sekali dalam kopdar Cbr250Yogya har iRabu 19 desember 2012, Pak Agung (Ketua club cbr250 yogya) mengumumkan bahwa diundang untuk test drive CB150R besok Kamis 20 Desember 2012 di stadion Maguwoharjo. Kebetulan juga nih saya lagi cuti dan acaranya Kamis  mau ke salah satu Bank swasta di yogya tempat dl saya bekerja.

Setelah urusan di Bank NISP yang sekarang menjadi BANK OCBC NISP, saya menuju pusat sakit kepala, eh menuju ke Maguwoharjo, dengan ditemani oleh Blackhaser saya sampai di lokasi jam 15.00 lebih dikit, disana sudah ramai temen temen dari Cbr250 yogya memperkosa cb150r.GILAAAAA!!!!! Ramai Abis… banyak anggota club Motor disini, mulai dari FBY, FBH, FBB, dll tumplek ruek… tak terkecuali para bloger, ternya ada brader Aji Kechap Prides CY.

Saya pun sudah napsu juga melihatnya akhirnya saya ke pantia mendaftarkan diri, mengisi formulir dan pernyataan test drive opolah isine selak kesuwen, udah diujung nihhhh…. hehehe.

Disaat menunggu giliran tindak perkosaan cb150r saya menggunakan properti jaket yang kekecilan maklum oversize badannya hehe… 90kg, tibalah saatnya setelah menungu beberapa menit… dalam hati udah dag dig dug blarrrr…. tibalah saat penantian ingin merasakan performa mesin yg diklaim berbasis Cbr150 ini.

Perasaan  pertama kali menaiki rasanya lebih tinggi dari pada Cbr150… mungkin ya karena ga ada spesifikasi tinggi dll, saat bokongku/my ass menyentuh jok… busyet…Joknya keras juga nih… jadi inget pakai PIES, tp ini lebih empuk dikit sih..

Saat kunci kontak kuputar kearah ON  kok tidak ada suara desingan… apa karena kuping saya tuli gara gara mungkin karena sound yang menyanyinya  keras di area tersebut.???

Dengan tingga saya sekitar 170an… maklum udah lama ga ukur sopo ngerti tambah duwur….hahaaha.. tidak ada kesulitan untuk menaikinya  dan telapak kaki juga napak sempurna. Dari pengalaman perkosaan ini beberapa hal yang saya rasakan, dan menjadi kritik dan review antaralain:
1. Styling
Dari sisi penampilan saya mengakui CB150R  sangat menggoda bagaikan wanita cantik tubuh langsing pakai bikini.

Saya memandangi mulai dari kaki-kaki roda depan sampai roda belakang, shroud yang sangat menyatu dengan tampilan headlamp, sayangnya tangki yang kurang kekar karena lekukan yang masih datar-datar saja dan tutup tangki yang masih konvensional kurang mengeluarkan aura sexy, kemudian dari sisi stang yang menurut saya kurang lebar, dan pengalaman pegang  stang yang masih berasa megapro masih kental….cb150r shroud1

Kemudian dari sisi joknya, dengan jok yang menyatu kurang memberikan nilai eksklusif, sehingga apa bedanya dengan vixion, ini tidak memberikan ciri pembeda!!! Jadi dengan  desain Jok mengadop split seat akan lebih sexy lan macho karena lekukannya mak nyuss…..

Soal buritan belakang dari sisi tail grabnya masih sangat standart, lagi lagi mirip vixion!!!! Argh… sebaiknya mengaplikasi milik New CBR 150 R atau yang terpisah dan lebih meruncing keatas. Dari segi foot step depan dan belakang sudah bermaterial besi aluminium lebih baik dr Cbr 150R, (jadi pengen ganti punya cb150r untuk pootstepnya buat  blackchaser…..
Dari tampilan knalpot sangat standar … kurang menonjolkan aura keseksian atau sedikit datar/cebleh…. kurang lekukan yang meninggi, atau kok ga mengadopsi yang milik Pulsar 200NS yang nyempok dibawah…

Penempatan tempat oli rem belakang sudah cukup baik meskipun tidak ada protektornya yang bisa melindungi tapi sdh cukup baik dibanding penempatan tempat oli rem CBR150r

mufler cb150r

 2.  Performance Mesin
Mesin yang diklaim generasi cbr150. Untuk tarikan awal sangat ciamik, saat mencoba pada awal start saya kena limiter di rpm 10.500 gigi satu sehingga mesin sedikit tersendat… karena terlalu napsu melampiaskan….. hasrat tergalau…., setelah tau kemudian shifting di rpm 8000 an tarikan awal sangat galak kalau dibandingkan  Cbr150 tarikan awal kurang galak, saat selesai di test 3 putaran…mesin tidak terasa panas karena adanya radiator dan kipas, meskipun panas tidak hot -hot banget… hangat lah…

Getaran mesin juga tidak terasa  dibagian body. Di stang juga tidak terasa getaran seperti di Pies.

Mantap banget buat harian deh sama buat touring karena tidak ada kekhawatiran mesin panas…tenang ada radiator brdaer!!!!
Kalau masalah mesin jangka panjang pasti Honda  deh material awet semoga sama seperti motornya papi (astrea prima) sampai hari ini masih dipakai buat kulakan barang dagangan.

engine cb150r3. Braking
Pengereman roda depan di speed 80 kpj ngerem mendadak roda depan  gigitannya poll….tapi cukup buat deg- degan hahaha… saat rem belakang dan rem depan saya coba untuk rem bersamaan di sekitaran speed 70 kpj ban belakang ngepot sedikit terangkat dan sempat mau jatuh karena oleng, tapi syukurlah aman terkendali. Entah kenapa mungkin karena faktor ban yang kurang lebar atau besar.
4. Handling
Penggunaan prolink shock ternyata lebih enak nikung mereng mereng lebih wuenak… pada speed 70-80 kpj inilah yang diklaim kelebihan dari cbr150. Tapi karena pusat beban CB150R di tenggah masih membuat perasan saya kurang safe. Handling dengan stang mirip megapro ga bikin capek tapi kurang keren disisi tampilan.

5.Pricing
Nah kalo dijogja dibandrol harga 23.700 jt sangat lah value for money… daripada beli motor dengan cc 150 lain di market Indonesia, dengan kompresi 11:1 bisa menggunakan premium untuk bahan bakarnya. Memberikan nilai lebih.
Kesimpulan:
Motor ini sangat layak dibeli dengan value for money dari spek yang ditawarkan. Ditambah kesedian sparepart dan bengkel yang ditawarkan alias 3s honda yang sudah baik.
CB 150R Motor Handal di segmennya !!!!
Kalo saya pengen beli motor ini dan dimodif supermoto!!! (Semoga Gusti paring rejeki.Amin)

Semoga review ini bermanfaat buat calon pembeli yang lagi galau.

Spesifikasi CB150R StreetFire

Panjang X lebar X tinggi : 2.008 x 719 x 1.061 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.288 mm
Jarak terendah ke tanah : 148 mm
Berat kosong : 129 kg
Tipe rangka : Diamond Steel (Truss Frame) New Innovative Trellis Frame
Tipe suspensi depan : Telescopic
Tipe suspensi belakang : Lengan Ayun dengan Suspensi Tunggal (Sistem Suspensi Prol-Link)
Ukuran ban depan :  80/90 – 17 M/C 44P – Tubeless
Ukuran ban belakang : 100/80 – 17 M/C 52P – Tubeless
Rem depan : Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda
Rem belakang : Cakram Hidrolik, dengan Piston Tunggal
Kapasitas tangki bahan bakar : 12 liter

Kabel gas putus

Blackchaser’s sudah 7500km hari rabu pagi setelah melewati bandara adi sucipto pas setelah traficklight gasnya langsung kerasa enteng … eh ternyata putus… langsung aku menepi disamping ruko toko oleh oleh. Tepatnya di bengkel tambal ban yg masih tutup. Kemudian kubuka holder gasnya dan ternyata pentolan nya sudah putus dari kawatnya.
Wah….. harus ganti iki kabel gas… tp ini masih jam 6.30 pagi beresnya di jalan magelang blm buka. Aku minta bantuan sm bro Marcel Agung, prides chapter yogya. Ternyata dia ke bengkel joker ndodok buat beli kabel gas… aku minta aja sekalian dua hahahaha….
Selang beberapa waktu akhirnya bro Marcel datang dan kuganti. Harga kabel gas Rp.28.000,- tp kl ditoko non beres apa ya ada?
Dan substitusinya apa? Mumet meneh.
Harusnya pihak BAI harus lebih memikirkan untuk menyediakan sparepart ke toko dan bengkel yg umum.
Dan kenapa kualitas kabel gas baru 7.500km sudah putus…
Lebih baik berpikir lagi untuk beli pulsar.
Thanks buat bro Marcel sudah mau membantu.. dua jempol pokokmen.

Sparepart Box shad sh 45 MAHAL

Sedikit unek unek mengenai top box. Saat ini BC menggunakan box shad sh 45 saat beli seharga Rp. 900.000 dr bro Sony. Box include base plate sama baut bautnya. Kemudian saya beli backrest dan stop lampnya seharga @ Rp.175.000. Box bisa dipasang dengan bracket lokal yg direkomended sm shad tp ternyata bracket tsb tdk bagus karena bahan besinya berdiameter kecil dan akhirnya patah dilas lasannya. Dan menyebabkan kaca mika nya  pecah.
Dan lebih kagetnya lagi harga mika itu lumayan mahal…. Rp.150.000 yang membuat saya ga habis pikir…. busyet dah….
Covernya juga seharga itu… trnyata berdasarkan pengalaman ini sparepart shad mahal… jd aftersalesnya shad sgt mahal.
Buat semua yg mau beli produk shad harap berpikir dua kali.
Salam.