Datsun Go+ pece

SAlam damai sedulur semua

Sehat selalu lurr… dan selalu diberikan kemudahan dan rejeki yg agung.

Lampu depan Datsun GO+ si Grego akhirnya jadi disabilitas alias pece kondisinya lampu dekatnya mati, tapi lampu jauh masih nyala setelah di kilometer 43 ribuan.

 Bersama Grego udah hampir 2,5 tahun, paling kalo jalan malam sekitar 1 sampai 2 jam per hari.

Browsing pengen cari ganti bohlam yang bagus untuk si Grego, ternyata mulai dari harga 30K sampai jutaan juga ada yang HID,LED,CREE. Kesengsem pengen coba yang LED, tp pesan nunggu kiriman.

Langsung muter-muter di toko sparepart di Wonosari, yang jual banyakan hanya OSRAM dan Philips seharga 30k sampai 55k. Yah biar nyala dulu beli deh Philips 35.000.

Cara pasang gampang banget, buka kap mobil, cabut cop belakang, karet dilepas, buka kaitnya pengunci, dan pasang bolamnya.Memang rada susah pertama kali lepasnya.


Pedasssnya… CBR 250RR Honda¬†

Salam damai sedulur semua, sehat dan selalu bahagia.

Hari ini  sempet main ke Nusantara Sakti Gejayan, ada urusan dengan salah satu temen di sana, sambil nungguin ada CBR 250 RR nangkring di display dibelakang…. warna Hitam bengis tapi kalem, kalau ibarat perempuan cantik angun tapi menyimpan sejuta kegalakan… Halah…

Dari sisi desain memang sudah gak sesuai dengan kitohnya seperti CBR 250 yg diimpor dari Thailand, yang kalem, elegance, membulat.

CBR 250RR saat ini modelnya sekarang sudah sangat curvy, tajam, Racy, dan didominasi lekukan tajam setajam silet (hayahhh)… Kalau saya lebih nyaman dengan body CBR old, lebih legendaris mengikuti pendahulunya…. Yang mungkin sekarang sudah nggak laku kalau dijual.

Pabrikan harus mau gak mau mengikuti trend yang berkembang, dengan harapan disukai konsumen dan ludes diborong.

Dengan harga 70 jutan, apakah sanggup Honda mendominasi pasar motor  250cc yang sudah di kuasai  Kawaski? 

Berbagai fitur sudah dicangkokkan di CBR250RR seperti thortle By wire, (Teknologi mbetot gas tanpa olor kabel/kawat gas tapi pakai kabel elektronik, tujuannya biar irit bahan bakar), dua silinder, Doble mufler, spedometer digital, Injeksi, Liquid cooled,Rem ABS,Sok upside-down, Swing arm, dll.


Unit yang didisplay hitam doff, dan ada merah, grey serta Repsol.

Sumonggo mas mbak yang mau mborong..

Molin sudah dikirim ke Kabupaten/Kota

Salam damai sejahtera untuk seluruh pembaca.

Apa kabar mas bro dan mbak bro, semoga dalam kondisi sehat dan semangat.


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang pada saat ini di pimpin oleh Ibu Yohana Yambise, melakukan gebrakan baru, untuk tujuan nawa cita Bp. PRESIDEN Joko Widodo, yaitu agar masyarakat merasakan kehadiran negara, maka dengan memberikan hibah MoLin dan Torlin pada seluruh Kabupaten,Kota , Provinsi di Indonesia dengan target 3 tahun akan selesai di seluruh Indonesia.

Molin atau mobil perlindungan perempuan dan anak menggunakan mobil Daihatsu Luxio tipe X yang merupakan varian tertinggi. Fungsi molin ini untuk penjangkauan korban, koordinasi, dan sosialisasi lepada masyarakat.

Untuk kebutuhan tersebut maka Molin dimodifikasi agar dapat menjalankan fungsi fungsi tersebut. Molin tersebut di modif bangku/jok nya agar dapat mengangkut klien korban kekerasan. Untuk kebutuhan sosialisasi di sediakan perlatan multimedia yaitu laptop, proyektor, layar, genset, inverter, toa dan lain lain. Untuk keamanan di sediakan pemadam kebaran dengan kapasitas 1 kg, untuk pertolongan bagi korban disediakan peralatan lampu pemeriksaan, box p3k.

Kabupaten Gunungkidul adalahsalah satu  kabupaten penerima hibah molin.

Senoga lebih bermanfaat

Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

image

Salam damai…
Apa kabar sedulur ingkang tak tresnani…?
Hari ini saya diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Tim PATBM dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, yang diselenggarakan di Hotel Novotel Bangka.
Perjalan dari Yogyakarta, Bandara Internasional Adi Sucipto menggunakan Pesawat Lion Air jam 12.20wib, saya berangkat dengan 10 personil dari BPPM, BPMPKB Sleman, LPA DIY, dan Bappeda provinsi dan kabupaten serta dari PSW UGM dan UII.
Perjalanan menuju Bangka mengharuskan transit di Batam dengan waktu tempuh sekitar dua jam dan dilanjutkan penerbangan jam 16.35 dari Batam ke Bangka.
Luar biasa penerbangan kali ini, terbang dari Batam benar benar sebuah pengalaman yang sangat saya syukuri.
Dari pesawat Lion Air terlihat jelas betapa luar biasanya Indonesia, gugusan pulau pulau yang sangat indah menunjukkan betapa kayanya negeri kita ini, juga terbayangkan akses yang cukup sulit bila berpergian antar pulau yang satu ke yang lainnya. Luar biasa.
Sampai di Bandara Depati Amir Bangka saya melanjutkan dengan taxi plat hitam.
Sesampainya di Hotel Novotel waktu menunjukkan pukul 19.30 dan kami bergegas untuk registrasi karena acara pembukaan sudah akan dimulai.
Okay sekian dulu dilanjut bsk dilanjut njih..

Pakai BPJS, fotokopi dokumen lagi!!

image

Selamat pagi lur, apa kabar semua? Semoga dalam keadaan baik dan selalu diberkati.
Maaf ni karena blog vakum cukup lama karena memang banyak hal yang sedang diselesaikan terkait load pekerjaan yang menggunung.
Walaupun ada surat edaran kapolri mengenai hates of speach yang lagi marak beredar saya tidak akan membicarakan hal tersebut, karena yang saya tulis saat ini lebih pada keadaan realistis yang sedang terjadi. Halah….
Jadi begini lur, saya pengguna BPJS, nah pada saat mendaftarkan kepesertaan BPJS juga sangat sangat not user friendly, banyak dokumen yang wajib disertakan, apalagi kalau PNS, masih banyak printilan printilan fotocopy yang diwajibkan. Pernah mendaftarkan orang tua saya secara online, eh tp kok ya secara manual harus mengurus lagi dengan fc dokumen yang macam macam. Ya gak masalah sih sebenarnya….tapi.!!!!!????

Pada saat akan menggunakan BPJS, SETIAP KALI mau berobat, harus menyiapkan semua dokumen fotocopynya, mulai dari fc kartu bpjs, surat rujukan, ktp,kk, kartu periksa, dll, semua difotocopy lagi. Nah apa gunanya di awal dahulu mendaftarkan dengan semua persyaratannya? Kalau pada saat akan periksa harus melengkapi berkas berkas tersebut.

Menurut saya, proses verifikasi dokumen yang di lakukan petugas BPJS di setiap rumah sakit sebenarnya cukup kartu BPJS, nah sekarang ini kan sudah jamannya paperless, kok masih saja  dengan menyerahkan  administrasi yang tidak perlu.???
Selain masalah administrasi yang ngoyoworo tersebut masih banyak persoalan terkait pelayanan BPJS Kesehatan ini, sehingga perlu diatur kebijakan yang lebih user friendly.
Bagaimana dengan pendapat para sedulur semua terkait pelayanan BPJS Kesetanan eh Kesehatan? Monggo saling share.
Salam