SUKU CADANG TVS Online

Salam damai lur, apakabar?

Semoga selalu sehat dan gembira.

Dikesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman online shop tvs motor indonesia, yang intnya gemes, geregetan dan lama polll.

Di era yang serba cepat, online shop sangat dibutuhkan untuk kebutuhan manusia, salah satunya dengan kebutuhan sparepart/suku cadang. TVS motor indonesia, sudah membuat terobosan baru dalam dunia otomotif, menyediakan parts online, ditambah lagi dealer dealer TVS yang sudah pada sekarat dan hampir mati makin banyak, salah satunya dealer di WONOSARI, Gunungkidul tercinta ini, ditanyain sparepart tvs apache 200 gak ada stok, gak ada display produk juga….hahaha…. gimana ya dah gak semangat jualan atau bahkan yg 3S(sales, servis, sparepart) nya sekarang tinggal 1S (Servis), tapi kalau servis dan harus ganti parts tidak ada akhirnya mekanik harus pintar dan lihai mencari parts substitusinya. Simple nya saja mau cari filter oli TVS Apache 200fi gak ada, apalagi mau cari aksesorisnya…..

Nah TVS Spareparts online ini bisa diakses melalui website, bisa melalui aplikasi di Google Play.

Bisa melalui SMS/WA, di nomor ini:

Saya coba yang pertama kali melalui WA, disini saya mulai menghubungi nomor WA di tanggal 10 Januari 2019, dan mencoba pesan parts, jawabanya akan dicek dl ready tidak barangnya dan akan dibuatkan PO, namun setelah tanggal 14 Januari tidak direspon lagi saya menghubungi call center tvs, dan akhirnya di respon kalau petugas admin sparepart hanya satu orang dan katanya sedang cuti, dan dihandle orang baru.

Kesannya adalah disini tidak siap TVS melayani Online, tidak ada SOP dalam memberikan layanan kepada customernya, berapa lama pelayanan dan mekanismenya. Sebaiknya ini diperbaiki manajemennya TVS, ayolah semangat dong, walau jualan unit sepi jualan sparepart yang semangat.

Setelah di cek barang ready dibuatkan PO dan ada notivikasi pembayaran melalui transfer atau melalui indomaret.

Saat ini masih menunggu proses barang dikirim entah kapan dikirim mau sampai kapan barang tsb datang. Hanya admin TVS online dan Tuhan yang tau. Gak ada report progres, dikirim belum pakai layanan ekspedisi apa, resinya bagaimana. Itulah pengalaman dengan WA.

Lain lagi dengan pengalaman order by aplikasi td, bahkan tidak tau unitnya /barang spareparts tersebut ada stoknya atau tidak.

Kapan dikirim barangnya juga tdk bisa cek, tapi pada tanggal 16 Januari ada notifikasi melalui sms barang sudah dikirim melalui ekspedisi JNE,

Sedangkan yang melalui sistem online di aplikasi/website ada informasi terkait dengan invoicenya

Inilah pengalaman membeli sparepart online.

Perlu perbaikan sistem dan mengandeng online shop yang lain seperti mungkin shoppe dan yang lainnya.

Ketersedian barang harus selalu diupdate agar bs pesan.

Menu pembelian aksesorisnya juga harus di update disistemnya.

Semoga TVS motor Indonesia mau mendengar dan menanggapi konsumennya dengan baik.

Sukses TVS Motor Indonesia.

http://www.tvsmotor.co.id/parts-onlinev2/default.aspx

Tvs Apache 200 RTR 4V Fi Review

Halu lurrr… pa kabar semua?

Tahun baru 2019 semogasemuanya diberikan kesehatan, rejeki dan kelancaran dalam segala hal.

Ya lur… kali ini mau share tvs apache 200 4v Fi ini, besutan tahun 2016, dan sampai sekarang mungkin hanya ada beberapa biji saja yg beredar di Indonesia. Ya ini termasuk motor gak laku dipasaran Indonesia.

Gak laku di Indonesia ya karena ini motor India, bukan motor pasaran spt merek yang sudah mengoyot di masyarakat Indonesia.

Nah untuk unit TVS Apache 200 RTR FI di websitenya TVS harga barunya dibandrol dengn harga Rp. 24jutaan, sedangkan di acara event PRJ dijul 19jt cash, dan old new stock yg dijual om Indra, tahun 2016 di harga 18.5jt.

Iseng iseng browsing di Olx ada yg jual mulai harga 10jt sd 17juta. Wordpreser bisa nebak nebak sy dapat motor TVS Apache ini di harga berapa? 80jt kah seperti artis V yang sedang viral? Hahahaa

Jujur saja belum pernah saya memelihara motor produksi TVS, yang di wonosari dealernnya masih ada tp gak ada unitnya, gak ada display, mati engak hidup juga enggak. Tapi buat saya ini gak masalah ada sparepart onlinenya kok, eh ini coba pesan udah 3×24 jam nunggu terbit PO belum juga beres, saya pesan melalui WA. Pertanyaanya adalah apakah seperti ini standar prosedur operasional TVS terkait dengan sparepart, lama dan tak pasti? Akan saya bahas berikutnya.

Motor ini saya dapat dengan kondisi knalpot lobangnya sudah dimodif jadi satu lubang yang tadinya dua, entah kenapa diubah. Selanjutnya emblem apache ditanki sudah di copot, dan tulisan tvs dimesin disamarkan, kenapa ya? Mungkin pemilik lama malu ya punya motor yang gak sama dengan merek lain. Kenapa dibeli??

Spion sudah diganti tp malah mengurangi fungsi, hanya pelengkap saja fungsinya ada spionnya lho… padahal gak bisa di pakai lihat belakang.

Baret baret karena pemakaian masih wajarlah.

Dari sisi desain sepertinya BULKY, gede dan berat, 149kg lho, jadi klo parkir ya lumayan fitnes.desainnya ya gitu deh… India banget, gak slim spt Suzuki Gsx S, Vixion,CB150R, Versa, Byson, Scorpio, dll. Kalo ibarat celana ya celana gembrong kedodoran, tapi masalah selera tidak bisa diperdebatkan.

Performa mesin menurut saya kalo di geber perpindahan gigi sampai red line cepet sekali indikatornya nyala, tp kalau tetep dipaksa juga masih naik spedometernya. Di trek lurus jalan gading, cm dapat 106km/jam karena jalan ramai dan track pendek.

Handling nya masih belum begitu nyaman, geter masih terasa dan sepertinya perlu servis.

Konsumsi BBM belum coba test berapa km per liternya tp menurut klaimnya 33km per liter, dah injeksi kok ini.

Posisi duduk nyaman, dan joknya super empuk karena menggunakan memory foam.

Sekian dulu reviewnya, semoga banyak yang tertarik miara apache 200 yang oke

Saya tambahkan nanti lagi, tenang aja semua reader wordpress.

Salam Damai

Berani nolak Gsx Bandit 150???

Salam damai,apa kabar wordpersian yang luar biasa. Sehat dan bahagia selalu

Tagline “teman satu tujuan” yang disematkan di Gsx Bandit 150 ya memang pancen bener gak salah, lha pastinya yo satu tujuan dengan bikernya, kecuali “belalang tempur” punya kamen rider black rx yang punya nyawa alias di senyawakan. Ya guys sekarang ini nyawa Bandit sudah ga muncul di Gsx Bandit 150. Sebuah kesengajaan dari Suzuki.

Di dealer suzuki jl.kh agus salim , kranon,kepek wonosari sudah terdisplay 4 unit Gsx Bandit, varian warna yg berbeda. Gsx bandit ini  banyak orang bilang bukan gsx bandit tapi banci, Wawin Laura, (wanita ora lanang yo ora)

 

Tampilan bandit….yaaa soal selera tidak bisa diperdebatkan sebenarnya desain bandit ini tidaklah sebanci yg diviralkan netijen,… tapi kalo saya jelas kecewa berat, bahkan headlamp satria dan buritan satria,  serta penampilan shroud yang tak ada bedanya dengan gsx s150 ini sangat sangat wagu. Mosok Bandit gini?helooo suzuki?

Dealer suzuki menyampaikan bahwa harganya Rp. 26.200.000, sedangkan untuk program trade in potongan dp 3jt belum ada kabarnya .Saya posting juga daftar cicilan yang bikin mecicil mecicil mantenginnya.

Harga Rp.26.200.000 bukan harga yang bersahabat bagi first biker, atau old biker yang spt saya ini, bahkan dengan program potongan 3juta jg belum ngangkat penjualan Bandit. Semoga saya salah ya.

Harga di rentang 20 sd 22 jt sudah selayaknya disematkan pada Gsx Bandit yang mengecewakan dr sisi desainnya .

Saya sendiri minat dengan motor ini, simple, mesin sangat recomended tapi kl sisi desain  saya bisa memaklumi yang tidak ada alias blas ga ada nuansa banditnya yang keker dan komplit, legowo dan sumarah , nrimo ing pandum ya saya akan beli unitnya antara warna hitam atau grey. Pilihan warna yang tidak sebanyak saudaranya ini kurang banyak mendapat perhatian.

Kalau ada warna hitam dof, biru suzuki, dan kuning pasti banyak disukai.

Ya bro biker semua Silahkan memelihara bandit,enjoi aja.

Kalo saya masih ingin punya gsx bandit. Kalo kalo dealer bisa minjemin unit test drive mau saya coba bisa kah gsx bandit menaklukan lembah gunungkidul?

GSX 150 Bandit Jauh dari ekspektasi konsumen

Salam damai,

Apakabar pembaca setia blog apa adanya ini, semoga diberikan kesehatan dan kebahagian selalu bro and sis…

Suzuki dalam ajang GIIAS 2018, telah mempersembahkan produk varian baru familia GSX S-150, yaitu GSX 150 Bandit pada tanggal 2 Agustus 2018 yang sampai dengan artikel ini saya tulis belum muncul harganya.

Lahir dengan empat varian warna, yang menurut saya paling kece di urutan pertama adalah warna hitam, dan dilanjutkan di posisi kedua adalah warna matte silver, ketiga merah dan terakhir putih.

Para pengguna setia Suzuki sangat menantikan kehadiran varian ini, tetapi penantian yang panjang ini saya rasa belum terbayarkan, karena yang dilahirkan tidak memiliki wow efect, alias sangat jauh dari ekspektasi konsumen setia dan bikers lover suzuki. MENGAPA DEMIKIAN?

1.DESAIN

Suzuki GSX 150 Bandit, dari sisi desain sangatlah tidak layak menyandang nama Bandit, dari sisi manapun tidak terkuak dan tereksplor keBanditannya. Jok tandem barunya yang polosan tidak mengadop dari the real Bandit yang sudah ada, tidak ada kesan yang memisahkan antara jok pengemudi dan boncenger.

Bentuk Headlamp yang menyerupai Suzuki Satria sangatlah menjauhkan aura Bandit yang sesungguhnya, Suzuki dapat lebih dari itu sepantasnya mendesain headlamp yang lebih meningkatkan style intimidatif, edgy, seperti GSX Bandit 650 F, bahkan headlam GSX 150 Bandit lebih jelek daripada GSX S150.

Desain lampu belakang juga sangat sangat mengecewakan, ditambah begel yang kesannya hanya pelengkap penderita, dan belum LED, sebaiknya desain lampu belakang tetaplah menggunakan. Desain GSX S maupun R.

Lalu dari mana kesan Bandit dari GSX 150 Bandit ini????? Mohon pembaca yang bisa memberikan pencerahan kepada saya bisa disampaikan pada komentar.

Saya sebagai Suzuki Lovers, sangat sangat kecewa dengan desain GSX 150 Bandit, yang malah menurunkan kasta Bandit yang sesungguhnya.

2. Mesin

Mesin yang dibenamkan tidak ada perubahan, mungkin menjadi nilai plus bagi Gsx 150 bandit.

3. Harga

Harga GSX S 150 Rp. 24.750.000 otr Jakarta, kalau GSX 150 Bandit di hargai Rp 23 juta, sangat tidak menarik, kalau dibawah Rp 20jt masih bisalah dipertimbangkan, memilihnya dari pada pabrikan lain yang sudah punya brand bagus atas produknya.

Suzuki perlu lebih berusaha keras untuk bangkit, dengan produk GSX 150 Bandit yang biasa saja, tidak ada efek wow, tidak Fenomenal saya rasa sangat berat bagi Suzuki untuk bangkit dari keterpurukan.

Suzuki pasti bisa lebih baik lagi dalam memberikan produk yang dicintai pengemarnya. Teruslah berinovasi, berikan yang terbaik.

Terimakasih atas waktu bro dan sis membaca artikel ini, kepada Suzuki mohon maaf jangan tersinggung, dan saya pribadi tidak bermaksud nyinyir, saya hanya salah satu fans berat Suzuki sejak tahun 2000.

Salam damai.

Datsun Go+ pece

SAlam damai sedulur semua

Sehat selalu lurr… dan selalu diberikan kemudahan dan rejeki yg agung.

Lampu depan Datsun GO+ si Grego akhirnya jadi disabilitas alias pece kondisinya lampu dekatnya mati, tapi lampu jauh masih nyala setelah di kilometer 43 ribuan.

 Bersama Grego udah hampir 2,5 tahun, paling kalo jalan malam sekitar 1 sampai 2 jam per hari.

Browsing pengen cari ganti bohlam yang bagus untuk si Grego, ternyata mulai dari harga 30K sampai jutaan juga ada yang HID,LED,CREE. Kesengsem pengen coba yang LED, tp pesan nunggu kiriman.

Langsung muter-muter di toko sparepart di Wonosari, yang jual banyakan hanya OSRAM dan Philips seharga 30k sampai 55k. Yah biar nyala dulu beli deh Philips 35.000.

Cara pasang gampang banget, buka kap mobil, cabut cop belakang, karet dilepas, buka kaitnya pengunci, dan pasang bolamnya.Memang rada susah pertama kali lepasnya.


Pedasssnya… CBR 250RR Honda 

Salam damai sedulur semua, sehat dan selalu bahagia.

Hari ini  sempet main ke Nusantara Sakti Gejayan, ada urusan dengan salah satu temen di sana, sambil nungguin ada CBR 250 RR nangkring di display dibelakang…. warna Hitam bengis tapi kalem, kalau ibarat perempuan cantik angun tapi menyimpan sejuta kegalakan… Halah…

Dari sisi desain memang sudah gak sesuai dengan kitohnya seperti CBR 250 yg diimpor dari Thailand, yang kalem, elegance, membulat.

CBR 250RR saat ini modelnya sekarang sudah sangat curvy, tajam, Racy, dan didominasi lekukan tajam setajam silet (hayahhh)… Kalau saya lebih nyaman dengan body CBR old, lebih legendaris mengikuti pendahulunya…. Yang mungkin sekarang sudah nggak laku kalau dijual.

Pabrikan harus mau gak mau mengikuti trend yang berkembang, dengan harapan disukai konsumen dan ludes diborong.

Dengan harga 70 jutan, apakah sanggup Honda mendominasi pasar motor  250cc yang sudah di kuasai  Kawaski? 

Berbagai fitur sudah dicangkokkan di CBR250RR seperti thortle By wire, (Teknologi mbetot gas tanpa olor kabel/kawat gas tapi pakai kabel elektronik, tujuannya biar irit bahan bakar), dua silinder, Doble mufler, spedometer digital, Injeksi, Liquid cooled,Rem ABS,Sok upside-down, Swing arm, dll.


Unit yang didisplay hitam doff, dan ada merah, grey serta Repsol.

Sumonggo mas mbak yang mau mborong..